...Kumainkan Jemariku untuk Melukiskan Kata yang Dapat Membuatmu Ikut Kedalam Khayalanku, Mencoba Tuk Mengisi Waktuku Merangkai Kata Mengukir Janji Agar Kamu Tahu Tentang Hatiku Dan Memancingmu Untuk Membacanya....
Kamis, 01 Oktober 2009
Negeriku Menangis Lagi
Sobat.... Belum lagi air mata ini kering Air mata ini harus jatuh kembali hati ini harus merasa lagi pilu
Sobat.... Mari kita bercermin Mari kita intropeksi Siapa yang akan menolong Siapa yang akan memberi
Banyak orang hanya berkata kasihan Banyak orang hanya mencaci Tapi mereka tidak sadar kalau kita dibutuhkan Kalau kita ditunggu.....
Luka saudara kita adalah luka kita Perih saudara kita adalah perih kita Hancur saudara kita adalah hancur kita Tapi kenapa masi banyak yang ingin aman sendiri
Sobat.... Sebagai bangsa ini aku malu malu kepada diriku yang tak berguna hanya memandang tanpa mau turun membantu
Trend software engineering Software Engineering atau dalam bahasa indonesianya disebut dengan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menurut beberapa ahli dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang sistematik, terstuktur dan dapat dikuantifikasi untuk pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan perangkat lunak. Seperti apa yang dikatakan oleh Ian Sommervile bahwa “Rekayasa perangkat lunak berkaitan dengan teori, metode dan tools yang diperlukan dalam mengembangkan perangkat lunak untuk komputer”. Menurut Mynat “Rekayasa Perangkat lunak secara sederhana dinyatakan sebagai pendekatan sistematis untuk menciptaan dan pemilikan perangkat lunak”. Hampir seluruh manusia memimpikan tentang cara baru dan lebih baik untuk menggunakan perangkat komputer dan sistem. Sedangkan pengembangan jumlah aplikasi telah berkembang terus-menerus, sehingga pengguna memiliki daftar aplikasi yang ingin digunakan. Nampaknya semakin kita menulis program, maka semakin kita memahami apa yang kita butuhkan, dan akan menambah program-program didalam pengembangan aplikasi keamanan. Sejauh ini, tingkat pertumbuhan permintaan aplikasi berkembang sangat cepat. Alasan ini bahwa pertumbuhan aplikasi pemrograman sangat efektif untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan manusia. Selama manusia menemukan hal baru dan cara untuk bekerja dan bermain, maka mereka dapat berharap pertumbuhan aplikasi komputer dapat berkembang. Semakin lebih banyak kita belajar tentang sistem dan komputerisasi maka kita akan dapat memecahkan masalah, kita lebih memahami bagaimana untuk menangani masalah yang lebih rumit dan menarik masalah serta mencari solusi untuk jalan masalah kita. Oleh karena kecerdasan manusia tak terbatas, maka pada dasarnya jumlah program yang dibutuhkan di dunia juga tidak terbatas. A. Kualitas Program Sistem program berfokus pada cara untuk menyediakan sistem secara otomatis, alat-alat, dan sarana untuk membantu manusia didalam memproduksi dan menjalankan program aplikasi. Beberapa program berkualitas tinggi dan sebaliknya masih banyak yang berkualitas rendah. Pembahasan mengenai kualitas aplikasi terdiri dari dua bagian. Pertama, penggunaan komputer akan semakin penting untuk aplikasi bisnis. Ini berarti, bahwa pada saat ini tingkat kualitas membawa dampak pertumbuhan perangkat lunak. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk aplikasi perangkat lunak berkualitas tinggi juga akan tumbuh. Sampai saat ini, orang membeli dan menggunakan perangkat lunak tanpa melihat dan memperhatikan kualitas. Walaupun mereka mengeluh tentang masalah mutu, kualitas perangkat lunak belum menjadi pertimbangan penting . Sampai sekarang, kami tidak dapat mengharapkan supplier untuk memberikan spesifikasi dan kualitas produk. Kemudian, mereka mungkin akan menuntut adanya jaminan mutu dan jaminan dari para distributor sebelum mereka menggunakan sistem komputerisasi yang baru. Ketika pelanggan tidak yakin akan kualitas paket perangkat lunak, mereka akan kembali lagi mengunakan aplikasi dan terus menggunakan metode yang sebelumnya. Ini tidak akan secara otomatis karena metode tidak akan pernah bermanfaat, tetapi lebih dikarenakan risiko kegagalan terlalu tinggi.
B. Kompleksitas Pertumbuhan Program
Bagian kedua dari kualitas program pembahasan mengenai keprihatinan ukuran dan kompleksitas dari aplikasi program yang meningkat. Ukuran data dalam Gambar 1 menunjukkan bagaimana pertumbuhan hal tersebut. Pengukuran IBM berasal dari tindakan yang diinginkan, Pengukuran Microsoft NT berasal dari ukuran data yang diterbitkan dalam laporan, dan ukuran data angkasa dari Barry Boehm [Boehm 81, Zachary 94]. TV data adalah untuk kode tertanam di set televisi dan telah dibicarakan oleh Hans Aerts dan lain-lain di konferensi Eropa SEPG pada Juni 2000. Menurut definisi saya, produk-produk perangkat lunak IBM dan Microsoft untuk sistem angkasa dan program aplikasi perangkat lunak TV. Data ini menunjukkan bahwa jumlah perangkat lunak yang diperlukan untuk berbagai macam sistem dan aplikasi telah berkembang eksponensial selama 40 tahun. kecenderungan baris di bagian tengah menunjukkan grafik tingkat pertumbuhan majemuk dari sepuluh kali setiap lima tahun. Ini sama dengan hukum Moore untuk pertumbuhan jumlah Semikonduktor pada chip, atau dua kali lipat setiap 18 bulan. Sedangkan ukuran pertumbuhan sistem perangkat lunak bersifat fenomenal nampaknya bersifat memperlambat, setidaknya pada tampilan IBM dan data NT dalam Gambar 1. Saya membahas tren perangkat lunak sistem ini dalam kolom selanjutnya. Point penting dari kualitas aplikasi point of view ini adalah bahwa kecenderungan pertumbuhan untuk aplikasi perangkat lunak akan terus muncul. Dengan anggapan metode yang digunakan sama, program pertumbuhan linier jumlah cacat dengan ukuran yang sama. Namun, masalah di tingkat pengguna program aplikasi ditentukan oleh jumlah cacat dalam sebuah program mereka daripada kepadatan. Oleh karena itu, walaupun kepadatan sama tetap terjadi atau bahkan meningkat, namun memproduksi program yang lebih besar dengan metode yang sama hanya akan menghasilkan sistem progresif yang kurang handal. Jadi, kualitas aplikasi perangkat lunak di masa depan harus meningkat paling tidak dalam langkah, dengan cara meningkatkan sensitivitas dari aplikasi atau membatasi usaha mereka harus dalam menggunakan komputasi sistem aplikasi yang kurang penting. Untuk mengetahui mengapa program keandalan tergantung kerusakan nomor bukan kepadatan kerusakan, pertimbangkan sebuah contoh. J 200 KLOC (seribu baris kode) program dengan 5 diketahui kerusakan per KLOC akan ada 1.000 kerusakan. Jika anda mengganti program ini dengan program yang disempurnakan yaitu program 2000 KLOC dan kepadatan kerusakan yang sama, akan ada 10.000 kerusakan. Dengan asumsi bahwa pengguna menggunakan siklus yang sama dengan aplikasi baru, mereka akan melaksanakan program yang lebih besar dengan tingkat yang sama seperti sebelumnya. Sementara ini akan membutuhkan komputer yang lebih cepat, pengguna akan menemukan sepuluh kali lebih banyak kerusakan dalam jumlah waktu yang sama. Hal ini, tentu saja, dengan menganggap bahwa sebenarnya pengguna menggunakan banyak peningkatan fungsi program yang baru. Jika mereka tidak melakukan hal tersebut, mungkin tidak akan ada program yang diperlukan. Kesimpulannya adalah bahwa proses pengujian tidak akan meningkatkan ukuran program. Sejak kualitas program ini termarjinal dan permintaan kualitas meningkat, saat ini kualitas perangkat lunak praktek tidak akan cukup di masa depan.
C. Dampak Kualitas Rendah
Pertumbuhan kesalahan biaya aplikasi yang semakin besar terlihat pada dampak erforma bisnis menjadi kualitas program aplikasi akan semakin lebih penting. Sementara ini Perkembangan komunitas perangkat lunak menjadi sebuah perkembangan positif. Penyebab umumnya pemasok tidak akan memperhatikan kualitas sampai pelanggan mulai meminta hal itu. Bila kualitas perangkat lunak menjadi pertimbangan ekonomi yang penting untuk bisnis, kami berharap organisasi untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk perangkat lunak tersebut. Walaupun kita berharap bahwa industri perangkat lunak akan mengenali keunggulan kualitas pekerjaan sebelum mereka dipaksa, tidak ada tanda-tanda yang mendorong kea rah tersebut. Namun, meningkatkan kualitas produk di bidang industri menjadi hal terbaik. Ini berarti akan meningkatkan peluang bagi sistem komputasi dan peningkatan permintaan untuk pemasok 'produk. Ini juga berarti akan menjadikan permintaan professional terampil untuk perangkat lunak tumbuh. Pada kolom berikutnya, saya mendiskusikan kebutuhan keterampilan aplikasi dan bagaimana secara langsung berkaitan dengan masalah kualitas program ini. Setelah itu, kita akan membicarakan hal yang terkait dengan tren sistem pemrograman dan implikasi dari tren ini untuk software engineering.
Reference Hatton, Les. "How Accurate is Scientific Software?" IEEE Transactions on Software Engineering, Vol. 20, No. 10 (October 1994): 785-797.
Zachary, G. Pascal. 1994.Showstopper! New York: The Free Press.
Masing-masing orang punya metode tersendiri untuk mulai belajar Java. Dimana Java yang dikenal sebagai Program yang berbasis OOP (Object Oriented Programming - Pemrogram Berorientasi Objek), yang artinya semua aspek yang terdapat di Java adalah objek dan merupakan salah satu pemprograman berbasis objek secara murni. Hal ini memudahkan pemprogram untuk mendesain, membuat, mengembangkan dan mengalokasikan kesalahan sebuah Program. Java mengunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan interaksi antar objek-objek tersebut.Dan OOp merupakan kelebihan dari program java, selain itu java yang saya lihat dan saya coba memiliki sintak sama seperti bahasa pemprograman C++.
Setelah saya mencoba program sederhana dari ketiga pembahasan yang saya buat satu demi satu konsep Java saya pahami seperti:
Konsep OOP
Implementasi Class dan Object di Java
Sintaks dan Semantic (for loop, statement, if-else, dsb)
Package
I/O
dan Lain Sebagainya
Sampai akhirnya saya lumayan bisa mulai mengerti sedikit pemrograman Java. Kalau pemahaman kita benar, komunitas akan memperkuat, dan kadang menambahkan sudut pandang yang berbeda sehingga pengetahuan kita semakin kaya. Kalau kita salah, akan ada yang mengoreksi. Sehingga pemahaman kita yang salah tersebut tidak akan terbawa sampai tua dan terungkap dalam event yang jauh lebih memalukan.
Dari ketiga pembahasan yang saya buat mungkin teman- teman bias memahami juga bahasa pemrogaman Java yang Saya buat. Karena tanpa kita lakukan praktek kita tidak akan mengerti, begitu juga belajar bahasa pemrograman yang lain.
Demikianlah penulisan ini saya buat yang pada awalnyaa saya mencoba terlebih dahulu agar saya bias memberikan penjelasan. Mengenai bahasa pemprograman Java. Karena yang saya dengar dan saya baca Java merupakan bahasa pemprograman yang sangat hebat. Kalangan pembuat program sendiri memang banyak yang mendukung Java. Jumlah pengembang Java di luar negeri untuk seluruh platform sendiri sudah banyak sekali. aplikasi Java yang tersedia untuk ponsel, untuk aplikasi internet maupun intranet, mengingat komunitasi internet dan intranet biasanya menggunakan sistem operasi dan platform yang sangat berbeda-beda dalam mendapatkan dan memberikan informasi.
Mungkin karena itulah Java dibilang bahasa pemrograman yang hebat.
Kamis, 22 Januari 2009
JAVA 3
Pembahasan ke-III
PERINTAH ATAU PERNYATAAN CONTROL
Perintah control digunakan untuk mengatur jalannya alur dari program sesuai dengan keinginan kita, untuk perintah control sendiri dapat terdiri dari tiga jenis, diantaranya yaitu:pemilihan, pengulangan, dan perintah peloncatan. Untuk perintah pemilihan digunakan dalam menentukan perintah mana terlebih dahulu dijalankan, tergantung dari ekspresi atau kondisi yang didefinisikan. Pengulangan digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap perintah yang berulang sesuai dengan kondisi yang telah kita tentukan. Sedangkan perintah loncatan digunakan untuk memindahkan proses eksekusi ke bagian dari kode program yang kita inginkan. Pemilihan Dalam java sendiri menyediakan dua buah perintah untuk proses pemilihan, yaitu if dan switch. Kedua buah perintah tersebut digunakan untuk mengontrol perintah eksekusi tergantung pada kondisi yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh cobalah kita lihat pernyataan berikut:
Jika Fatimah pintar, maka fatimah tidak akan tinggal kelas.
Artinya : Fatimah tidak akan tinggal kelas kalau Fatimah pintar. Apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka fatimah pun tidak akan tinggal kelas. Hal ini juga berlaku dalam perintah pemilihan dalam program.
a. Perintah IF Perintah If dapat digunakan untuk menangani percabangan atas perintah pemilihan yang terdiri dari satu, dua atau tiga kondisi. Berikut ini penjelasan mengenai perintah IF untuk masing-masing jumlah kondisi yang berbeda.
1. 1 (satu kondisi) Dalam bentuk satu kondisi ini merupakan bentuk yang paling sederhanan, karena hanya memakai 1 kondisi. Untuk bentuk umumnya didalam java dituliskan perintahnya sebagai berikut: If (kondisi){ Statement1; Statement2; …. } Contoh program: class DemoIfSatuKondisi { public static void main(String[] args) { int c=1, d=5; if (c<5)>
} if (d>5) { System.out.println("Nilai d lebih besar dari 5"); } } } Dari Contoh program diatas jelas sekali yang dieksekusi oleh program hanya perintah yang terdapat pada blok if Pertama.
1. 2 (Dua kondisi) Dalam kondisi ini menyediakan kondisi tambahan untuk menangani kejadian yang kondisi pertamanya tidak terpenuhi atau bernilai false. Untuk contoh programnya: class DemoIfDuaKondisi1 { public static void main(String[] args) { int c=1, d=6; if (c<5)>= 5) System.out.println(c + "Lebih Besar Sama Dengan 5"); }
if (d<5)>= 5) System.out.println(d + "Lebih Besar Sama Dengan 5"); } } }
Dari Contoh diatas jelas bahwa pada blok if pertama, dimana kondisi (c<5)> Demikianlah Pembahasan-Pembahasan dari materi Java yang saya Buat mudah-mudahan bermanfaat yaa…….,Dan untuk Kondisi yang lebih dari mudah-mudahan kita akan bahas di lain waktu.
Paket merupakan tempat dari kelas-kelas maupun interface-interface yang telah dibuat. Kegunaan paket itu sendiri adalah untuk menghindari kesamaan nama pada kelas-kelas yang kita buat
Contoh Program Packages:
package ContohPkg;
public class BujurSangkar
{
private double sisi1;
private double sisi2;
public BujurSangkar(double sisi1,double sisi2)
{
this.sisi1=sisi1;
this.sisi2=sisi2;
}
public double luas(){
return (sisi1*sisi2);
}
}
Simpan dengan nama BujurSangkar
package ContohPkg;
public class Persegi
{
private double panjang;
private double lebar;
public Persegi(double panjang,double lebar)
{
this.panjang=panjang;
this.lebar=lebar;
}
public double luas(){
return (panjang*lebar);
}
}
Simpan dengan nama Persegi
package ContohPkg;
public class Balok
{
private double panjang;
private double lebar;
private double tinggi;
public Balok(double panjang,double lebar,double tinggi)
{
this.panjang=panjang;
this.lebar=lebar;
this.tinggi=tinggi;
}
public double volume(){
return (panjang*lebar*tinggi);
}
}
Simpan dengan nama Balok
package ContohPkg;
public class LimasSegiempat
{
private double panjang;
private double lebar;
private double tinggi;
public LimasSegiempat(double panjang,double lebar,double tinggi)
Pemprograman Java merupakan pemrograman yang berorientasi kepada objek, dimana setiap objek akan memiliki data (sifat, berupa variable maupun konstanta) dan method (perilaku atau kemampuan untuk melakukan sesuatu, berupa fungsi). Jadi, objek dapat diartikan sebagai suatu entitas yang memiliki data dan method. Semua pemprograman java merupakan objek, maka sebelum kita memulai penulisan kode – kode dari Java sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu dasar – dasar dari konsep yang terkandung dalam pemrograman berorientasi objek. Untuk pembahasan awal mari kita membahas tentang kelas. Contoh Program Kelas: class Pc { String casing;String warna;String jenis;String mainBoard; String powerSupply;String processor;String jenisCard;String harddisk; String monitor;String keyBoard;String mouse; } Simpan dengan nama :Pc